Rabu, 11 Januari 2012

Wanita Dulu vs Wanita Sekarang



Wanita Indonesia Tempo Dulu


Pagi ini, dalam perjalanan ke kantor. Obrolan di bajaj mengenai fenomena kehidupan saat ini dengan seorang teman kantor di atas bajaj mendatangkan sebuah inspirasi tentang gambaran wanita Indonesia tempo dulu. saya seraching -searching di google, potret perempuan - perempuan jaman dulu. Beberapa gambar di atas adalah hasil temuan saya. dan,,,, dibalik lagu Wanita Dijajah Pria Sejak Dulu  yang menceritakan kelamnya kehidupan wanita , menurut saya sebenarnya ada nilai - nilai positif yang sebenarnya sangat indah dibalik penjahan pria terhadap wanita.

Keanggunan, Kepatuhan, Kebersahajaan, Penyerahan diri, Jiwa Melayani. Itu sangat seksi sebenarnya *-*.

Jadi inget, 20 tahun yang lalu. waktu nenek dan kakek saya masih hidup. Saya melihat kehidupan mereka begitu indah. Pagi - pagi, ketika kakek bangun. Nenek sudah membuatkan teh, atau susu, kemudian masak, dan mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang lain. Sementara itu kakek mencari nafkah dengan membuka tokonya. Ayah, dan saudara - saudara ayah yang lain juga begitu akur. kakek dan nenek kebetulan memiliki 9 orang anak. Dan semua hidup rukun. Peran nenek sebagai ibu kelihatannya sangat mengakar di keluarga itu.
Saat kakek mau makan siang, atau makan malam. Nenek menghangatkan dulu, sayur dan lauk yang ada dan menyiapkan makanan. Pertengkaran juga sangat jarang terjadi.

Kebetulan saya dilahirkan di sebuah desa kecil, di Sumatera Utara. Jaman dulu, saya hampir tidak mendengar yang namanya perselingkuhan. Laki - laki sepertinya memang menikmati dominasi mereka sebagai kepala rumah tangga. Dan wanita menikmati penyerahan diri mereka kepada suami dan anak - anak mereka ( Sekali lagi, saya  melihat pada sisi yang positifnya bukan terhadap penyiksaan perempuan ya *-*).

Apakah itu ada hubungannya, dengan kebanyakan kehidupan rumah tangga saat ini. Saya rasa, perselingkuhan itu bukan hanya karena faktor fisik daripada pasangan. Melainkan dari perubahan peran yang sangat ekstrim...

Emansipasi wanita:

 Terimakasih sekali kepada Ibu Kartini, karena perjuangan beliau wanita Indonesia mendapatkan kebebasan dari segala sisi seperti sekarang. Tapi, sepertinya dalam beberapa titik. Kebebasan itu mulai tidak terkendalikan.
Lihat beberapa potret perempuan jaman sekarang ( Sekali lagi: ini dari sudut pandang probadi saya *-* ), tidak ada maksud menyudutkan siapa -siapa....


      


Pandangan masyarakat yang semakin modern, menghadirkan perubahan ekstrim pada kehidupan wanita. Banyak yang salah kaprah menghadapi hidup. Meletakkan tingkat keanggunan itu pada ; seberapa gaulkah anda, seberapa banyak things yang anda miliki, seberapa beranikah anda buka - bukaan, dan banyak lagi. dan disaat mereka berumah tangga, jadi wanita seperti apakah mereka nantinya....

Menyiapkan masakan?
Membuatkan teh untuk suami di pagi hari ?
Mendidik anak - anak dengan lemah lembut ?
MEngajarkan tentang norma - norma kesopanan, dan agama ?
Apakah mungkin itu mereka lakukan ? Saya rasa tidak.....

Memang sulit menolak tuntutan jaman. Kalau dulu, perempuan tidak wajib untuk bekerja. Tapi saat ini, di kota - kota besar banyak wanita yang harus bekerja dan sekaligus menjadi wanita rumah tangga.
Saya sendiri merasa malu, mungkins aya menjadi salah satu di dalamnya, terhanyut dalam gejolak modernisasi.

Kadang  enggan juga melayani suami dengan baik *-*. Saat suami pulang, membukakan pintu saja rasanya malas sekali karena sudah lelah di perjalanan.
Saat pagi hari tiba, menyiapkan teh atau kopi boro - boro hahahaha.....

Karena saya memiliki anak perempuan, ini menjadi pr tersendiri juga buat saya. Bagaimana gambaran wanita yang dia lihat di rumah  yaitu saya.

Menjadi ibu yang baik, wanita karir yang hebat, Melayani suami dengan baik?????
Harus Belajar Keras Untuk Itu :


     

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar